Sunday, January 15, 2017

Cerita Akhir Musim Dingin 2016 (3 - end)

Borongan ya nulisnya hehehe..mumpung semangat, mumpung ada waktu. Perjalanan terakhir kami sampai di Innsbruck. Oke kamipun melanjutkan perjalanan ke selatan, menjauhi gunung dan salju. 

Kami menuju Mestre, salah satu kota di propinsi Veneto / Venezia yang terletak di Italia Utara. Tentu saja sudah kenal Venezia kan? Kota yang terkenal dengan alat transportasi airnya 'gondola'. Tapi Mestre? Saya belum pernah dengar dan ternyata Mestre adalah kota yang sangat strategis untuk dikunjungi atau menjadi tempat persinggahan jika kamu ingin ke Venezia. 


Saturday, January 14, 2017

Cerita Akhir Musim Dingin 2016 (2)

Setelah gempor jalan-jalan di Berlin (beneran jalan dan bukan window shoppingπŸ˜†) dan Praha, hari Minggu pagi meninggalkan Ceko dan menuju ke Munchen.



Untuk kota yang satu ini ada cerita spesial. Adik saya itu penggemar FC Bayern Munchen dan sangat berkeinginan untuk bisa berkunjung ke Allianz Stadium, stadionnya klub sepakbola tersebut. Saya kan bengong, emang bisa gitu dolan dolan ke stadion dan ternyata setelah rajin browsing saya menemukan tour di stadion tersebut yang diadakan di hari dan jam tertentu. Nah beruntungnya dia karena hari Minggu waktu itu diadakan tour, jadilah saya memesan tiga tiket tur dalam bahasa Inggris jam 15.00. 

Melihat perjalanan Praha ke Munchen memerlukan waktu kurang lebih 4 jam, kami pun jam 10.30 sudah cabut dari Praha. Sudah mencoba tepat waktu eh kami toh kendaraan juga harus isi bensin dan waktu itu antrinya agak lama plus ada ruas jalan yang agak macet. Alhasil pas..jam 15.00 sampai di depan stadion.. Kami lari-lari begitu melihat gerombolan orang di depan pagar stadion Allianz 😧 Sudah lari-lari ternyata dibilangin kami terlambat. Hadeh...please deh..tapi saya bilang,"saya sudah bayar dan kami jauh-jauh dari Praha kesini".. Mereka pun membicarakan sekali lagi soal tiket saya dan akhirnya kami diperbolehkan masuk dan ikut tur tetapi yang dalam bahasa Jerman πŸ˜’karena tur yang bahasa Inggris sudah mulai.. Yah apa mau dikata...Oke, akhirnya kami mulai mengikuti tur.

Ada apa selama tur? Yuk baca lebih lanjut... πŸ˜„


Cerita Akhir Musim Dingin 2016 (1)

Cerita ini sudah hampir setahun yang lalu, cuman karena kesibukan dan bingung nulisnya jadi selalu tertunda tunda untuk nulis di blog..πŸ˜„ Akhirnya saya mau rangkum saja deh.. 

Berawal dari keinginan saya untuk mengundang keluarga saya kesini.. tentu saya bapak ibu menjadi prioritas kami tapi waktu itu ibu belum masuk masa pensiun dan masih sibuk dengan kegiatan di tempat kerja (of course πŸ˜†) dan suami bilang "pasti lebih asik kalau bapak ibu bisa datang bersamaan..so kita tunggu saja tahun depannya.. dan akhirnya adik saya yang kami undang kesini. Dia yang mau datang saya yang ribet sendiri haha..saya kirim email / chat / skype untuk cek sampai mana persiapan dia soal urusan visa dan perlengkapan lainnya. Saya juga siapkan perlengkapan musim dingin untuk dia disini. 

Akhirnya hari yang ditunggu tiba. Saya waktu itu menyiapkan nasi goreng dan cheesecake kesukaan dia. Kamar sudah ditata sedemikian rupa dan kami meletakkan kado di atas meja makan yang isinya peralatan berguna sehari sehari selama dia disini seperti sikat gigi, shampo, pelindung rambut biar gak basah haha apa sih istilahnya, thermo legging sampai celdam 😁..


Kami menjemputnya di bandara Schiphol dan waktu itu kami harus menunggu hampir 1 jam sebelum dia keluar dari pintu imigrasi. Katanya sih ada antrian di depannya yang ribet.. Gak apa-apa deh, alhamdulillah dia bisa lancar jaya selamat dan sehat sampai tujuan. Dia memakai terusan hitam garis-garis dan celana legging satu lapis. Setelah berpelukan (wajib yaπŸ’—) kami duduk-duduk sebentar di kafe di Schiphol sekedar minum kopi atau coklat hangat. Saya bilang "Ini saya bawakan coat buatmu. Pasti kedinginan diluar nanti meski ada matahari". Dia iya iya saja tapi ketika kami beranjak pergi dari arrival hall dan menuju ke tempat parkir dia langsung teriak "Ademm..." (bahasa Indonesia : dingin) 😁 Hahaha..langsung dia pakai coat dan langsung melompat ke dalam kendaraan kami. 

Adik saya akan tinggal selama 3 minggu lebih sedikit disini. Kami sudah menyiapkan rencana perjalanan bertiga bersama selama kurang lebih 2 minggu. Saya sendiri sudah minta ke suami kalau saya juga ingin waktu sendiri berdua dengan adik saya, ngobrol-ngobrol pakai bahasa Jawa seekspresif mungkin jadi suami saya juga tidak perlu mengambil cuti kerja 3 minggu penuh. Heheheh 😈...Yuk ikuti perjalanan kami.. 

Wednesday, November 30, 2016

Trip : United Kingdom. Lovely!

Musim gugur ini kami memutuskan untuk berkunjung ke negara seberangnya Belanda yaitu Inggris. Untuk pemegang paspor hijau seperti saya, saya butuh visa untuk mengunjungi negara tersebut. Agak ribet dan setelah ngobrol-ngobrol dengan suami akhirnya saya pun mengurus visa ke Inggris. Untungnya bisa mengajukan visa dari Amsterdam jadi sangat membantu menghemat biaya :) 




Friday, October 7, 2016

Mengenal Daycare di Belanda




http://www.stichtingkleinevrienden.nl/

Daycare atau childcare (selanjutnya saya sebut DC/CC) adalah dua istilah yang tentunya kita sudah kenal terutama yang tinggal di kota besar. DC/CC ini dibuat untuk orang tua yang membutuhkan jasanya dengan beberapa alasan, antara lain : 

1. Kedua orang tua harus bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. 

2. Tidak ada kerabat, saudara atau nenek/kakek yang tinggal dekat untuk bisa dimintai waktu dan pertolongannya mengasuh putra-putri. 

3. Lebih memilih mengenalkan putra-putrinya untuk bersosialisasi dari usia dini di DC/CC daripada berada di rumah bersama asisten rumah tangga. 

Apa yang terjadi di Indonesia juga tidak beda dengan yang di Belanda. Kebutuhan akan DC/CC ini juga ada, terutama di kota besar seperti Amsterdam. Mengapa saya katakan begitu? Ada seorang kenalan yang tinggal di sebuah kota kecil di Belanda dimana banyak keluarga yang mempunyai 2-3 buah hati dan para ibu memilih untuk tinggal di rumah dan mendidik anaknya sendiri sampai usia 4-5 tahun (usia wajib sekolah). 


http://www.satuharapan.com/read-detail/read/pengamat-anak-kenali-pengasuhnya-sebelum-memilih-daycare

Menarik jika menilik jenis DC/CC disini yang disesuaikan dengan kebutuhan orang tua/keluarga. Saya sendiri baru mengenalinya sejak tahun kemarin ketika saya masih bekerja sebagai oppas dengan tugas mengantar dan menjemput anak anak ke dan dari sekolah. Dengan para orang tua anak-anak tersebut, saya jadi tahu bagaimana mereka mengatur kebutuhan DC/CC sesuai dengan umur anak dan kondisi keluarga mereka. Ada yang butuh jasa DC/CC 5 hari seminggu full day, ada yang hanya 2-3 hari full day, ada yang hanya setengah hari dll. Macam-macam ya? Kenapa begitu? Nanti saja jelaskan setelah kita sejenak mengenali jenis jenis DC/CC. Yuk mari.. :)